Beranda » Perbankan » 7 Cara Pinjam Uang di Bank Syariah Tanpa Jaminan

7 Cara Pinjam Uang di Bank Syariah Tanpa Jaminan

Cara Pinjam Uang di Bank Syariah Tanpa Jaminan

Ada banyak jenis pinjaman yang menarik seperti KUR dan lainnya, namun opsi menarik juga datang pada pinjaman bank Syariah. Untuk Cara Pinjam Uang di Bank Syariah Tanpa Jaminan sendiri bisa di lakukan dengan mudah.

Bagi kamu yang ingin meminjam uang di Bank tanpa riba, maka bisa pilih Bank Syariah karena Bank ini menggunakan hukum islam sehingga sudah jelas bebas dari riba. Bank Syariah memberikan pinjaman kepada para nsabahnya menggunakan akad jual beli dengan cara diangsur atau dicicil sesuai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan oleh lembaga syariah.

Namun sebelum Bank Syariah mencairkan pinjaman tersebut, calon nasabah harus menyatakan terlebih dahulu bahwa pinjaman tersebut akan digunakan untuk hal-hal yang bersifat halal, seperti untuk modal usaha, pergi haji, umroh, membeli kendaraan bermotor ataupun untuk merenovasi rumah. Selain itu, dalam Bank Syariah calon nasabah juga bisa memilih pinjaman syariah dengan jaminan atau tanpa jaminan sesuai dengan keinginan calon nasabah.

Untuk mengajukan pinjaman di Bank Syariah prosesnya tidak jauh berbeda dengan Bank Konvensional, hanya saja Bank Syariah menggunakan sistem pinjaman yang disesuaikan dengan hukum islam sehingga bebas dari riba.

Apalagi sekarang ini sudah banyak lembaga yang menyediakan pinjaman dengan sistem syariah sehingga calon nasabah tidak kesulitan untuk mecari pinjaman yang bebas dari riba. Meskipun Pinjam Uang di Bank Syariah Tanpa Jaminan bisa dengan mudah namun ada syaratnya, seperti halnya Syarat Pengajuan KUR Bank yang membutuhkan beberapa syarat.

Cara Pinjam Uang di Bank Syariah Tanpa Jaminan

Cara Pinjam Uang di Bank SyariahLembaga-lembaga yang menyediakan pinjaman syariah tersebut yaitu, Pegadaian Syariah, Kartu Kredit Syariah, Peer to Peer (P2P) Lending dan Perbankan Syariah. Agar lebih jelas maka bisa simak ulasan tentang pinjaman di Bank Syariah berikut ini.

Sebelum melakukan pinjaman uang di Bank Syariah, sebaiknya ketahui terlebih dahulu macam-macam akad yang dibolehkan dalam pinjaman syariah. Hal ini dilakukan agar calon nasabah bisa memilih akad yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya sehingga tidak mengalami kesulitan saat mengembalikan pinjaman tersebut. Nah, dibawah ini ada beberapa macam akad yang umum digunakan dalam pinjaman syariah, Berikut MEGANROSSEe jelasannya.

1. Mudharabah

Jenis akad yang pertama yaitu Mudharabah. Dalam jenis akad ini berisi tentang perjanjian antara pengusaha dengan pemilik modal dimana seluruh keuntungan yang diperoleh akan dibagi sesuai dengan rasio yang sudah disepakati pada perjanjian sebelumnya.

Akad ini juga menggunakan sistem Profit sharing atau bagi keuntungan yang merupakan suatu praktek dengan total penghasilan dari suatu usaha akan dikurangi dengan biaya operasional usaha dan presentase keuntungan untuk nasabah dengan pihak Bank sudah ditetapkan ketika akad akan ditandatangani. Selain itu, Bank Syariah juga akan menanggung sepenuhnya jika ada kerugian yang diakibatkan dari kesalahan peminjam.

2. Musyarakah

Akad selanjutnya yaitu Musyarakah, akad ini menggunakan sistem partnership atau joint venture dimana keuntungannya akan dibagi sesuai dengan rasio yang disepakati. Namun pada akad ini jika mengalami kerugian maka akan dibagi secara proporsional berdasarkan pada rasio ekuitas yang dimiliki oleh masing-masing pihak.

Sedangkan untuk pembagian hasil antara Bank Syariah dengan nasabah dilakukan sesuai dengan pendapatan kotor yang diperoleh dari nasabah.

3. Murabahah (Jual Beli)

Seperti namanya, akad ini menggunakan sistem jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang sudah disepakati sebelumnya. Sistem pada akad ini yaitu, pihak Bank Syariah akan melakukan pembelian suatu barang sesuai dengan keinginan nasabah kemudian Bank Syariah akan menjualnya kepada nasabah sebesar harga barang yang dibeli lalu ditambah dengan keuntungan Bank yang sudah disepakati bersama antara pihak Bank Syariah dengan nasabah.

Sebagai contoh, nasabah akan meminjam uang melalui Bank Syariah untuk membeli motor dengan harga Rp18 juta kemudian Bank Syariah akan membeli motor tersebut lalu menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga Rp19 juta dan selisih tersebut menjadi keuntungan bagi Bank Syariah sebagai lembaga penyedia pinjaman dengan sistem syariah.

Syarat Pinjam Uang di Bank Syariah

Pinjam Uang di Bank Syariah Tanpa JaminanSetelah mengetahui jeis-jenis akad yang digunakan dalam Bank Syariah, selanjutnya tinggal ketahui sayarat-syarat yang dibutuhkan saat mengajukan pinjaman kepada Bank Syariah. Syarat-syaratnyapun juga mudah sehingga bisa disiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan pengajuan pinjaman di Bank Syariah. Berikut ini adalah syarat-syarat yang diperlukan untuk mengajukan pinjaman di Bank Syariah, simak penjelasannya.

  1. Siapkan berkas identitas diri, seperti KTP dan KK (Kartu Keluarga).
  2. Buku Tabungan.
  3. Surat Keterangan Penghasilan.
  4. Bukti tidak memiliki cicilan ataupun tanggungan.
  5. Akta Nikah.

Cara untuk Pinjam Uang di Bank Syariah Tanpa Menggunakan Jaminan

Setelah mengetahui syarat-syarat yang diperlukan untuk mengajukan pinjaman di Bank Syariah, maka bisa lanjut ke cara-cara untuk mengajukan pinjaman di Bank Syariah. Bagi kamu yang belum tahu cara-caranya maka bisa ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Pertama datangi salah satu Bank yang menawarkan pinjaman berbasis Syariah sesuai dengan keinginan calon nasabah sambil membawa syarat-syarat yang sudah disebutkan di atas.
  2. Setelah sampai di salah satu Bank Syariah tersebut selanjutnya tinggal mengambil nomor antrean pada bagian CS kemudian tunggu hingga mendapatkan giliran panggilan.
  3. Setelah dipanggil kemudian menuju ke tempat CS lalu sampaikan bahwa akan mengajukan pinjaman syariah pada petugas tersebut.
  4. Biasanya petugas CS akan menjelaskan tentang produk syariah dan juga jenis akadnya. Nah jika calon nasabah masih bingung untuk memilih jenis akad yang sesuai dengan kebutuhannya, maka bisa langsung konsultasikan saja dengan petugas CS tersebut.
  5. Jika sudah menentukan jenis akadnya kemudian tinggal perhatikan secara detail tentang ketentuan pinjamannya mulai dari jumlah minimal dan maksimal pinjaman, tenor pinjaman, batas maksimal jatuh tempo dan lain sebagainya dalam ketentuan pinjaman tersebut.
  6. Apabila persyaratan sudah dipenuhi dan sudah dicek semua, maka petugas CS akan menyerahkan surat perjanjian pinjaman yang berisi tentang aturan bagi hasil serta konsekuensi jika terjadi kecurangan. Jika setuju dengan surat perjanjian tersebut, selanjutnya tinggal menandatangani surat perjanjiannya.
  7. Setelah semua proses sudah dilakukan dengan benar maka pihak Bank akan mencairkan pinjaman tersebut dalam bentuk tunai. Namun, calon nasabah harus mengembalikan pinjaman tersebut jika sudah mendapatkan keuntungan sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh Bank Syriah.

Akhir Kata

Itulah cara-cara yang bisa dilakukan untuk meminjam uang di Bank Syariah tanpa jaminan. Dengan adanya cara-cara tersebut, calon nasabah bisa menyiapkan terlebih dahulu syarat-syaratnya sehingga proses mengajukan pinjaman di Bank Syariah bisa berjalan dengan lancar.

Semoga dengan adanya ulasan ini akan bermanfaat bagi calon nasabah yang ingin melakukan pinjaman dengan hukum islam dan pastinya bebas riba. Ketahui juga informasi menarik lainnya seperti TABEL ANGSURAN BTA BANK JATENG pada ulasan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *